logo blog

Thursday, August 10, 2017

Ahlul Halli Wal ‘Aqdi

1. Pengertian Ahlul Halli Wal ‘Aqdi
Secara bahasa, ahlul halli wal ‘aqdi mengandung arti orang yang berwenang melonggarkan dan mengikat. Dalam terminologi ilmu fiqih, ahllul halli wal ‘aqdi diartikan sebagai orang-orang yang dipilih sebgai wakil umat untuk menyuarakan hati nurani umat. Ahlul halli wal ‘aqdi merupakan orang-orang pilihan. Mereka terdiri atas ulama’, cendekiawan, dan pemimpin yang mempunyai kedudukan dalam masyarakat.
Ahlul halli wal ‘aqdi adalah wakil rakyat yang menjadi anggota majelis syura’. Mereka percaya oleh rakyat dan keputusan mereka ditaati oleh rakyat. Imam al-Mawardi menyebut ahlul halli wal ‘aqdi sebgai ahlul ikhtiar, yakni golongan yang berhak memilih. Mereka memiliki tugas utama memilih dan memberhentikan seseorang khalifah. Di indonesia, ahlul halli wal ‘aqdi mirip dengan MPR (majelis permusyawaratan rakyat), tetapi keduanya tidak identik. Jadi, dalam hal ini ahlul halli wal ‘aqdi adalah lembaga pemilih.
Menurut Muhammad Abduh, ahlul halli wal ‘aqdi sama dengan ulil amri dalam surat an-Nisa’/4 ayat 59. Ia merupakan kumpulan orang dari berbagai profesi dan keahlian yang ada dalam masyarakat. Ahlul halli wal ‘ aqdi merupakan golonmgan orang muslim yang terdiri atas pimpinan, hakim, ulama, pimpinan militer, semua penguasa, dan pemimpin yang dijadikan rujukan umat islam dan masalah kebutuhan dan meslahatan umum.
Ahlul halli wal ‘aqdi adalah waklil rakyat yang menjadi anggota majelis permusyawaratan. Menurut imam Fahruddin ar-Razi, ahlul halli wal ‘aqdi adalah para alim ulama’ dan kaum cendekiawan yang dipilih oleh rakyat untuk mewakili mereka. Dengan demikian, syarat menjadi ahlul halli wal ‘aqdi adalah:
a.       Mereka harus terdiri atas para ilmuan, dan
b.      Mereka dipilih oleh rakyat atau memperoleh kepercayaan dari rakyat
2.      Syarat-Syarat Menjadi Anggota Majelis Syura
Untuk menjadi anggota majelis syura, seseorang harus memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut.
a.       Bertakwa kepada Allah
b.      Mempunyai kepribadian yang jujur, adil, dan penuh tanggung jawab
c.       Memiliki ilmu pengetahuan yang luas sesuai dengan bidangb keahliannya
d.      Memiliki keberanian untuk memperjuangkan kebenaran dan keadilan serta teguh dalam berpendirian meskipun risikonya besar. Hal itu sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW.
Artiya: katakanlah yang benar meskipun pahit. (HR. Ibnu Hibbah)
e.       Memiliki sifat istiqomah
f.       Merakyat (senantiasa peka dan peduli terhadap kepentingan rakyat)
g.      Berjiwa ikhlas, dinamis, dan kreatif
h.      Dipilih oleh rakyat sesuai dengan asas demokrasi
3.      Hak Dan Kewajiban Majelis Syura
Berikut disajikan beberapa hak dan kewajiban majelis syura sebagai lembaga tertinggi negara.
a.       Memilih, mengangkat, dan memberhentikan kahlifah
b.      Mewakili rakyat dalam bermusyawarah dala kahlifah untuk menyelesaikan beberapa permasalahan dan berbagai kepentingan rakyat
c.       Membuat undang-undang bersama khalifah demi memantapkan pelaksanaan hukum Allah
d.      Menetapkan garis-garis program negara yang akan dilaksanakan khalifah
e.       Menetapkan anggaran belanja negara
f.       Menghindari sidang majelis syura setiap diadakan persidangan
4.      Hikmah Adanya Majelis Syura

Hikmah majelis syura adalah mewujudkan perintah Allah SWT, dan meniru Rasulullah SAW. dalam bermusyawarah, melahirkan tanggung jawab bersama, melahirkan tanggung jawab bersama, melahirkan keputusan yang terbaik, menghindari perselisihan, memilih pemimpin yang terbaik, memberikan pendidikan politik, menjalin hubungan sesama manusia yang harmonis, menciptakan persatuan, keadilan, dan kerukunan. Semua itu dilandasi nilai spiritual yang tinggi.


EmoticonEmoticon